Di tengah dinamika dunia pendidikan kesehatan di Indonesia, Akademi Kebidanan (Akbid) Hafsyah Medan menorehkan sejarah panjang dan bermakna. Sejak awal pendiriannya hingga kini menjadi bagian dari transformasi institusi pendidikan tinggi kesehatan yang lebih besar, Akbid Hafsyah telah berkontribusi dalam mencetak tenaga bidan yang andal, berkompeten, dan berdedikasi tinggi untuk masyarakat.
Awal Berdiri: Komitmen Awal terhadap Kesehatan Ibu dan Anak
Akbid Hafsyah Medan didirikan pada 9 Juni 2005, berdasarkan SK Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 85/D/O/2005. Akademi ini lahir dari kepedulian Yayasan Sehat (sekarang Yayasan Sehat Medan Sumatera Utara) terhadap tingginya kebutuhan tenaga kebidanan yang terampil, terutama di wilayah Sumatera Utara.
Dengan berfokus pada Program Studi Diploma III Kebidanan, Akbid Hafsyah mengusung misi meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak melalui pendidikan kebidanan yang profesional dan berbasis nilai kemanusiaan.
Sejak awal, kampus ini berlokasi di jantung Kota Medan dan bernaung di bawah koordinasi Kopertis Wilayah I. Fasilitas pendukung seperti laboratorium, perpustakaan, sarana ibadah, dan hotspot area menjadi bagian penting dalam mendukung proses pembelajaran mahasiswa.
Jejak Prestasi dan Kontribusi Selama Berdiri
Dalam kurun waktu lebih dari satu dekade, Akbid Hafsyah berhasil mencetak ratusan lulusan yang kini berkiprah di berbagai institusi pelayanan kesehatan di Indonesia. Lulusan kampus ini dikenal memiliki kemampuan praktik klinis yang solid dan kepekaan sosial yang tinggi.
Beberapa catatan penting dalam kiprah Akbid Hafsyah antara lain:
- Akreditasi “B” oleh BAN-PT dengan SK No. 4282/SK/BAN-PT/Akred/PT/XI/2017, sebagai pengakuan atas kualitas pendidikan dan tata kelola akademik yang baik.
- Pengembangan kerjasama praktik klinik dengan berbagai rumah sakit dan puskesmas di Medan dan sekitarnya.
- Kegiatan pengabdian masyarakat secara rutin, seperti penyuluhan kesehatan reproduksi, pemeriksaan kehamilan gratis, dan pelatihan posyandu.
- Mahasiswa Akbid Hafsyah juga kerap aktif dalam kegiatan ilmiah mahasiswa, baik di tingkat regional maupun nasional.
Pada tahun 2009 saja, tercatat sekitar 357 mahasiswa aktif dengan didukung oleh 13 dosen pengajar. Jumlah ini menunjukkan antusiasme dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi ini.
Proses Integrasi: Dinamika dan Perubahan
Seiring dengan perkembangan kebijakan pendidikan tinggi dan upaya efisiensi kelembagaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mendorong penggabungan perguruan tinggi swasta yang memiliki visi serupa untuk membentuk institusi yang lebih kuat dan kompetitif.
Pada tahun 2020, Akbid Hafsyah secara resmi tergabung dalam transformasi kelembagaan menjadi bagian dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Sehat Medan, sesuai dengan SK Mendikbud No. 110/M/2020. Penggabungan ini mencakup institusi lain seperti Akbid Sehat Medan dan Akper Sehat Binjai, semua di bawah naungan Yayasan Sehat.
Meski demikian, dalam konteks publikasi dan kolaborasi, beberapa alumni dan kegiatan eks-Akbid Hafsyah juga tercatat terhubung dengan jaringan pengembangan STIKes Mitra Husada Medan, yang merupakan institusi pendidikan kesehatan mapan di Medan.
STIKes Mitra Husada Medan sendiri berdiri pada 2006 dan resmi berubah bentuk dari Akademi menjadi Sekolah Tinggi pada tahun 2017, dengan komitmen untuk menyediakan pendidikan tinggi kesehatan berkualitas berbasis IPTEK dan nilai-nilai spiritual.
Harapan dan Arah Masa Depan
Transformasi kelembagaan ini membawa harapan besar, baik bagi sivitas akademika, alumni, maupun masyarakat umum. Beberapa arah pengembangan ke depan yang menjadi fokus antara lain:
- Peningkatan kualitas akademik melalui penguatan kurikulum berbasis kompetensi nasional dan internasional.
- Pengembangan program studi lanjutan, seperti Sarjana Kebidanan dan Pendidikan Profesi Bidan, untuk membuka jalur karier yang lebih luas bagi lulusan.
- Fasilitas pembelajaran yang lebih modern, termasuk laboratorium simulasi kebidanan dan klinik pratama sebagai tempat praktik.
- Penguatan kerja sama internasional dalam bentuk pertukaran dosen, penelitian kolaboratif, dan seminar global.
- Peran aktif dalam pengabdian masyarakat, dengan menjangkau daerah-daerah yang masih memiliki keterbatasan akses kesehatan ibu dan anak.
Kita meyakini bahwa semangat awal yang ditanamkan oleh Akbid Hafsyah tidak akan pernah hilang. Justru dengan bergabung ke dalam institusi yang lebih besar, semangat tersebut akan menemukan wadah yang lebih luas untuk tumbuh dan berdampak.
Penutup: Mewarisi dan Melanjutkan Semangat Pelayanan
Akbid Hafsyah mungkin kini telah bertransformasi secara kelembagaan, namun nilai-nilai luhur yang dibangun sejak awal tetap hidup — dalam semangat para alumni, dedikasi para dosen, dan cita-cita para mahasiswa.
Transformasi ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan baru yang lebih besar. Dengan bergabung dalam institusi seperti STIKes Mitra Husada Medan atau STIKes Sehat Medan, semangat pengabdian yang telah tertanam sejak 2005 akan terus menyala, menuntun langkah pendidikan kebidanan di Sumatera Utara menuju masa depan yang lebih cerah.
